selamat datang di blog saya

Sabtu, 03 November 2012

bridge love part II - end


Kini aku sudah sampai di lotte word ku lihat seorang yeoja yang memakai dress merah maroon “apakah kau kakaknya ri ah?” tanyaku sambil menepuk pundaknya, ia sedikit membungkuk “annyeong kau orang yang di ceritakan ri ah kemarin kan kajja” ucapnya seraya menggandeng tangankku
            Seharian ini kami bermain di lotte world tak terasa matahari sudahmulai beranjak meninggalkan tempat teratasnya “ayo kita duduk di sana” ucapku sambil menujuk bangku panjang di taman dekat rumahnya “oh ya kita belum berkenalan namaku kris” ucapku sambil mengulurkan tangan, ia membalas uluran tanganku “jae min” ucapnya sambil tersenyum
            “apakah kau senang?” tanyaku penasaran ia hanya mengangguk kecil “gomawo kris” ucapnya aku hanya mengangguk ntah kenapa aku senang melihatnya seperti itu namun tiba-tiba terlinta di pikiranku tentang ri ah “aku beli minuman dulu ya” ucapku seraya meninggalkannya di sana
            Aku segera menuju minimarket terdekat “ri ah” panggilku ketika melihat seorang yeoja yang sedang melayani pembayaran “eh kris sudah pulang ya gimana tadi apakah eonnieku senang” tanyanya sambil mengecek belanjaanku “iya kurasa begitu” jawabku asal kenapa saat seperti ini ia malah menanyakan eonnienya
            “ini semuanya 2000 won” ucapnya sambil memberikan belanjaanku aku segera membeyarnya dan berlari lagi menujju taman “ini” ucapkuk sambil memberikan sekaleng minuman dingin jaemin pun menerimanya “gomawo”, “ri ah bekerja di mini merket ya?” tanyaku ia sedikit terkejut “kau tahu ia ingin hidup mandiri sekolah saja dia yang membayar sendiri tidak sepertiku, tapi aku baru tahu kalau dia bekerja di mini market katanya ia ingin menjadi seorang novelis” ceritanya “aku iri dengannya” lanjutnya sambil tertawa lepas aku pun ikut tertawa
            “kau juga hebat dan aku tau itu” ucapku keceplosan “apa maksudmu?” tanayanya bingung “ani maksudku kau bisa kuliah di luar negri itu kan luar biasa” ucapku asal “jangan melamun ayo kita pulang sepertinya malam ini akan turun hujan” ajakku untuk mengalihkan perhatiannya
Kris pov end
Jae min pov
            “dia memang namja yang baik coba saja dia yang di jodohkan denganku” pikirku, “jangan melamun ayo kita pulang  sepertinya malam ini akan turun hujan” ajaknya aku mengangguk dan mengikutinya pergi dari taman itu selama perjalanan ia terus bercerita membuatku terus mengulas senyum dan terkadang tertawa kecil mendengarnya “kita sudah sampai” ucapnya ketika kami sudah berada di depan gerbang rumahku
“gomawo teah membuatku tersebum lagi aku tidak mungkin seperti sekarang  jika bukan karenamu” ucapku sambil sedikit membungkukkan badan “tidak perlu berterima kasih jika punya masalah ceritakan saja padakku tidak usah sungkan” pintanya aku mengangguk kecil dan melambaikan tangan melihat kepergiannya lalu masuk kedalam rumah
Jae min pov end
Ri ah pov
            “akhirnya selesai juga” kulihat jam sudah menunjukka pukul 06.00 kulihat langit mendung “sepertinya akan hujan” gumamku kulangkahkan kakiku pulang setelah berpamitan kepada pemilik minimarket, “ri ah” ku dengar seseorang memanggilku aku menoleh dan mencari asal suara itu
            “eonnie mu orang yang baik dan yeppeo” ucapnya ketika kami duduk di sebuah kedai ttekbokki dekat rumahku ntah kenapa hatiku sakit mendengarnya tenggorokkanku tercekat tak bisa berkata namun aku berusaha tersenyum sebaik mungkin di depannya “baguslah” hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulutku
“aku ingin memberi tahu sesuatu padamu tapi kau jangn bicarakan ini dengan eonnimu ya sebenarnya aku adalah orang yang di jodohkan dengan eonniemu” ucapnya aku tersentak kini hatiku terasa di ditusuk air mataku sudah berada pelupuk mataku aku segera menahannya “aku pegi dulu ya, annyeong” ucapku
Aku berlari sekuatnya menuju rumahku dan langsung mengurung diri di kamar, ku dengarr banyak yang mengetuk pintu kamarku sambil memanggilku namun tak kuhiraukan aku rasa saat ini lebih sakit dari pada ketika di hianati oleh chanyeol air mataku tak berhenti keluar walau sekuat apapu aku berusaha menghentikannya
“ri ah” panggil hyemi aku segera membukakan pintu kamarku dan segera menyuruhnya masuk “kau kenapa?” tanyanya bingung aku hanya menggeleng lemah ia mengelus pundakku untuk menenangkanku “baiklah jika kau tidak mau bercerita tetapi ku harap kau berhenti menangis jika tidak aku akan pulang dan tidak akan mau menjadi sahabatmu lagi” omelnya
Aku berusaha menghentikan tangisku dan tersenyum getir walau masih beberapa kali air mataku lolos dari pelupuk mataku, “nah seperti ini, baru namanya sahabatku ri ah” ucapnya sambil tertawa, semalaman ini ia tidur dirumahku untuk membantu menenangkanku walau tidak begitu berhasil namun dengan adanya dia disini aku tidak merasa sendirian lagi
Sudah beberapa hari ini kulihat eonnieku dan kris semakin dekat mereka sering berjalan-jalan berdua atau sekedar mengobrol di telepon apalagi setelah kris mengekui bahwa ia adalah orang yang dijodohkan dengan eonnieku dan semenjak hari itu aku berusaha menjauhi kris dan eonnieku setiap bertemu mereka aku pasti berpura-pura tidak tahu dan langsung pergi
 hari ini mereka akan mengadakan acara makan malam di rumahku aku sudah berusaha membujuk eommaku agar aku tidak ikut dalam acara itu namun ia menolaknya terpaksa aku mengikuti kemauannya, kini kulihat wajahkku di cermin “nod bad” pujiku ketika melihat diriku yang memakai dress water blue selutut dan dandanan natural
aku hanya mengulum senyum sepanjang acara malam ini orang tua kami terus mengobrol lalu eonnieku dan kris juga melakukan hal yang sama apakah mereka tidak menganggapku lebih baik aku tadi kabur saja daripada seperti ini
terkadang aku melihat kris memandangku dengan tatapan yang meneduhkan” ais kenapa aku begini akutidak boleh menyukainya ia sudah di jodohkan dengan eonnieku, semangat ri ah kau bisa” sengatku pada diriku sendiri, namun pandanganku tetap tidak bisa lepas dari wajahnya kualihakan pandabganku ke makanan yang ada di piringku
ri ah pov end
kris pov
            ku lihat yeoja itu terus memandangi kami, sesekali mata kami bertemu namun ia langsung menepisnya kulihat wajahnya sendu akh aku beenar-benar tidak tahan dengan semua ini kenapa akau malah di jodohkan dengan kakak orang yang kusukai
            tak terasa waktu telah menunjukkan pukkul 22.00 aku dan keluargaku berpamitan pulang ku lihat ri ah pergi dari rumah “eomma aku pergi sebentar ya eomma pulang saja duluan” pintaku, eommaku hanya mengangguk tanpa mendengar perkataannya lebih lanjut aku langsung berlari mengejarnya kulihat ia menangis ditaman
            “ri ah” panggilku kulihat ia menunjuk kursi di sebelahnya aku mengikuti petunjuknya kulihat ia tersenyum getir “ah.. aku bodoh ya menyukai orang yang jelas-jelas dijodohkan dengan eonnieku”, aku kaget mendengarnya “menyukai ku?” tanyaku memastikan ia hanya mengangguk kecil aku segera merengkuh tubuhnya dalam pelukanku
            “menangislah hingga kau puas aku akan terus berada disini menunggumu dan menjagamu” ucapku menenangkannya, ia terus menangis kurasakan bajuku basah karena air matanya ia mengadahkan wajahnya menatapku “gomawo telah mau mendengar isi hatiku” ucapnya sembari meninggalkanku
Kris pov end
Author pov
            Seorang yeoja sedang berjalan menuju altar ia langsung menggenggam tangan seorang namja seteelah naik ke altar “xi wufan maukah kau menjadi suami park jae min menjadi sahabatnya di kala sedih maupun senang, sakit maupun sehat” ucap seorang pendeta sang namja pun tersenyum getir “saya bersedia” ucapnya bergetar sang pendeta pun melirik sang yeoja
            “park jae min maukah kau menjadi istri xi wufan menjadi sahabatnya di kala sedih maupun senang, sakit maupun sehat” lanjut pendeta itu lama yeoja itu tak berkata akhirnya sang pendeta mengulangi ucapanya namun yeoja itu malah menggeleng “maaf saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini” ucapnya
 “saya tidak bisa menikahi seseorang yang tidak mencintai saya namun mencintai adik saya sendiri” lanjutnya semua orang yang berada di tempat itu tercekat mendengar perkataan yeoja itu, ia segera turun dari altar dan menujuk seorang yeoja yang duduk di barisan depan tamu undangan
“cepat gantikan aku sekarang” ucapnya yeoja yang ia tunjuk malah menunjuk dirinya sendiri “aku?” tanayanya bingung, ia mengangguk mantap “cepat gantikan aku sekarang sebelum ada yangg menentangnya” perintahnya, yeoja itu masih belum dapat mencerna perkataan orang itu yang ternyata adalah kakanya namun ia hanya bisa menuruti kemauan eonnienya itu
Author pov end
Jaemin pov
            Aku segera menuju ke tempat orang tuaku “maaf aku hanya tidak ingin ri ah bersedih karena pernikahan ini” pintaku, kulihat eommakku mengangguk “eomma mengerti keputusanmu” ucapnya sambil tersenyum, kini aku segera menuju ke tempat orang tua kris untuk menjelaskan semuanya
“ahjumma dan ahjusshi maaf membuat kalian malu hari ini namun aku sangat menyayangi adikku ri ah, kris dan ri ah saling mencintai aku tahu hal itu jadi aku tidak mingkin membuat mereka menderita hanya karena kehadiranku” jelasku pada mereka mereka hanya mengangguk kecil
“terima kasih telah menyadarkan kami bahwa seharusnya kami tidak memaksakan kehendak kami sendiri dan tidak mementingkan perasaan kris anak kami” ucap eomma kris sambil sedikit membungkuk lalu di ikuti oleh appanya aku pun ikut membungkuk lalu menjabat tangan mereka
Kini alihkan pandanganku menuju altar ku lihat ri ah dan kris selesai pemberkatan dan sekarang mereka sedang ah kisseu itu pasti yang pertama untuk mereka karena kulihat semburat merah di wajah mereka, mereka turun dari altar aku pun segera mendekati mereka berdua
“chukkae ya kalian berdua” ucapku sambil tersenyum “eonnie gomawo” ucap ri ah pelan aku hanya mengangguk “yah aku di tinggal menikah duluan deh” ucapku sambil berpura-pura menerawang “ah eonnie aku yakin kau akan mendapat pengganti yang lebih baik” semangat kris aku menegepalkan tangan
“tentu aku kan cantik” ucapku percaya diri, mereka berdua ikut menegpalkan tangan “hwaiting” ucap ri ah menyemangati aku tersenyum bahagia melihat adikku yang satu ini tersenyum “eonnie bagai mana kau tau kami saling menyukai?” tanya ri ah menyelidik akhirnya dengan terpaksa aku menceritakan semuanya
“jadi eonnie melihat kami malam itu” ucap ri ah terkejut aku hanya mengangguk “aku tidak tahan melihat adikku yang paling aku sayangi ini bersedih terus, sudah di selingkuhi mantanya lalu harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang di sukainya dijodohkan dengan kakaknya sendiri mana aku tega” ucapku sambil memeluknya “gomawo eonnie jongmal gomawo” ucapnya terus menerus
Aku melepas pelukanku dan mengangkat kepalanya “ingat jangan menangis lagi apalai gara-gara namja” ucapku sambil menunjuk kris “jika itu terjadi kau harus mengatakannya padaku dan aku akan memberinya pelajaran” lanjutku sambil mengusap air mata yang keluar dari matanya
“tenang eonnie aku tidak akan pernah menyakitinya aku berjanji” ucap kris yakin aku “baik aku terima janjimu” ucapku sambil tertawa lepas, kami bercengkrama sebentar sebelum mereka pergi menuju rumah baru mereka sebelum memasuki mobil mereka melempar sebuah buklet bunga aku berusaha mengejarnya kulihat seorang namja  menangkapnya “sang hyun oppa” ucapkku tercekat
Jae min pov end
Prolog
1tahun kemudian, Seorang yeoja sedang bersiapa siap memakai high heels di kakinya “yeobbo cepatlah nanti kita terlambat di pernikahan eonnie” ucapnya pada suaminya yang masih memakai pakaian “baiklah, aku sudah selesai apakah kau sudah membawa perlengakapan jae ri yeobbo-ya?” tanya suaminya
            istrinya mengangguk pasti ayo jae ri sudah ada di dalam mobil cepatlah, akhirnya mereka pergi menuju gereja di dalam gereja mereka melihat sepasang suami istri telah seleasi dari pemberkatan “kan kita terlambat” ucap yeoja itu sambil memukul suaminya pelan “sakit yeobbo ya maaf kan aku” ringis suaminya
            “kalian baru datang” ucap mempelai wanita sambil berkacak pinggang “eonnie mianhae ini kris oppa bangun kesiangan mana dandan lama banget” ucap adiknya manja pada eonnienya, ia memukul suami adiknya cukup keras “sudah kubilang jang terlambat” sesal yeoja itu
            “huh kenapa kalian memukulku terus” ringis namja itu “oh ya eonnie chukkae” ucap adiknya sambil membawakan kado untuk kakaknya “gomawo, kalian yang terbaik” ucap yeoja itu sambil mengambil hadiah yang diberikan adiknya
Terkadang cinta itu tidak bisa di tebak, kadang menyakitkan namun terkadang membahagiakan namun berkorban untuk cinta adalah hal yang baik. Karena pasti ada balasan yang lebih baik dari tuhan. Yang kita perlu ingat mencintai itu adalah hal yang paling baik karena dengan mencintai kita memahami arti hidup yangn sesungguhnya

end

1 komentar: