Title: bridge love
Cast: kris, ri ah, jaemin, hyemi
Genre: sad romance
summary:
Apakah salah mencintai seseorang, padahal semua orang
berkata cinta itu suci namun kenapa mencintainya membuat banyak pertentangan,
semua orang berkata cinta itu buta namun bolehkah mencintainya walaupun ia
orang yang salah untuk dicintai mungkin boleh namun utuk saat ini tidak
mengharapkannya hanya menambah rasa sakit didada ini mencintainya hanya membuat
lelah tanpa tau kapan terjawabnya perasaan ini. Untuk saat ini biarlah waktu
yang menjawab semuanya
Ri ah pov
Aku melangkah menuju ruang kelasku “a...aduh” rintihku ketika
menabrak seseorang “kau ini” ucapku marah sambil mendongak omona dia kan wufan
namja paling mengerikan di sekolah mati aku, aku menatap nanar wajahnya mengharap
belas kasihnya kulihat ia tersenyum dan pergi meninggalkanku
“ri
ah” teriak hye mi sambil menatap wajahku tak percaya “kau tadi lihat kan
wajahnya si kris eh salah maksudnya si muka datar sejak kapan dia bisa senyum
sama yeoja seperti kamu lagi” ungkapnya tak percaya, aku menjitak kepalanya
pelan “apa kau bilang?” bentakku ia hanya tersenyum tak jelas “sorry... sorry
soalnya aku gak percaya aja gitu apa dia kesambet?”, “molla, mungkin” jawabku
seraya menggandeng tangannya menuju kelas
“chanyeol
oppa” teriakku ketika melihat namjachinguku sedang bermesraan dengan yeoja lain
didepanku mataku memanas melihat adegan
ini, aku segera berlari keluar dari sekolah aku hampir tak mengingat hye mi
yang tadi bersamaku ku lanngkahkan kakiku
menuju rumahkku aku tak perduli nanti aku akan kena marah eomma karena
tidak sekolah hari ini
“kenapa
kamu tidak sekolah apa kamu sakit ri ah?” tabya eomma ketika aku masuk ke dalam
rumah, aku hanya mengangguk lemah dan segera menuju ke kamar malas mendengarkan
ocehan eommaku lagi aku segera merebahkan tubuhku di kasur dan mulai menangis
terisak tak kuhiraukan lagi dering ponselku yang menyala sejak tadi, sakit
hatiku ini lebih membuatku ingin berdiam dan hanya terus menangis
“ri
ah apa kamu baik-baik saja nak?” tanya eomma sambil mengetuk pintu kamarku, aku
mengusap air mataku kasar dan membuka pintu kamarku “nde eomma, aku baik-baik
saja tidak usah khawatir aku hanya sedikit flu dan kecapean” jawabku asal ku
lihat eomma bingung melihatku namun tak kuhiraukan aaku segera menutup kembali
pintu kamarku dan mulai membuka ponselku kulihat sangat banyak misscal dan
sebuah pesan kubuka pesan itu
From: my chagi chanyeol oppa
Ri ah mianhae, maafkan aku aku mohon
temuilah aku siang ini di handel & grettel aku akan menjelakan semuanya
disana
Itulah
pesan singkat yang ia kirimkan padaku, mataku mulai memanas lagi perlahan
cairan bening mulai meneters dari pelipis mataku namun kuseka kasar “aku harus
kuat” semangatku pada diri sendiri aku melihat ke atas meja belajarku fotoku
dan oppa sedang makan es krim bersama tanpak kebahagiaan diantara kami berdua
namun saat ini hanya tangisan yang tercipta dari hubungan kami berdua
Aku
melempar pigura itu “prang” terdengar suara pecahan kaca dari pigura yang
kulempar tadi akukembali menangis sejadi-jadinya, tiba-tiba ponselku berbunyi
kulihat kelayar ponselku tenyata hyemi aku segera mengangkatnya “yoboseo”
sapaku “ri ah kau sekarang ada dimana mengapa menghilang begitu saja tadi?” tanyanya memelas dapat kudengar saat ini dia
sedang menahan tangisnya, “aku pulang kerumah untuk menanangkan diriku, namun
kau kenapa kenapa seperti srdang menangis eoh?” tanyaku kebingungan
“kau
bodoh jelas aku mengahawatirkanmu tau” jawabnya sesenggukan “pokoknya aku tidak
mau tau nanti pulang sekolah aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke handel
& grettel” lanjutnya aku sendikit terlonjak mendengarnya kenapa ti-ba tiba
ia mengajakku ke handel & grettel tepat di mana chanyeol oppa mengajakku
bertemu nanti aku segera mematikan sambungan telepon dan mulai menangis lagi,
namun ntah apa yang terjadi aku pun tertidur
“hoam..”
aku terbangun kulihat jam didindingku menujukkan pukul 14.00 ku dengar
seseorang mengetuk pintu kamarku cukup keras “ri ah ayo kita ke handel &
grettel” ucap hyemi ketika aku membuka pintu kamarku aku menggeleng namun ia
malah menggenggam tanganku “atau kau mau kupaksa” ucapnya sambil menunjukkan
evil smilrk andalannya aku menatap tajam wajahnya “baiklah tapi tunggu dulu aku
bersiap-siap dulu tidak mungkin aku pergi dengan mengenakan pakaian seperti
ini” ucapku pasrah
Ia
menatap pakaianku dari agtas hingga bawah “tidak apa biar semua orang tahu jika
ri ah yeoja paling cuek di sekolah kalau sedang patah hati dia akan mengenakan
piyamabergambar beruang menjijikan ini” ucapnya sambil tertawa lepas, aku
mencubit lengannya pelan “awas saja apabila hubunganmu dengan sehun oppa tidak
berjalan baik aku adalah orang pertama yang menertawakan kalian” ucapku sambil
mengepalkan tangan
Aku
segera duduk di pinggirang kasur, sebenarnya aku tidak ingin datang kesana
karena pasti aku akan bertemu dengan chanyeol oppa namun mau bagaimanapun juga
aku ingin tahu alasan kenapa ia meninggalkanku aku segera memakai dress merah
maroon selutut yang telah tergantung di pintu lemari kamarku aku segera menyambar
tas selempangku dan bertanjak pergi
Sekarang
aku sudah sampai di depan pintu cafe ku beranikan diri untuk masuk ke dalam,
kutelusuri seluruh cafe ini kulihat seorang namja sedang duduk di dekat jendela
sambil menyeruput secangkir kopi, “hyemi kau duluan saja nanti aku menyusulmu
aku harus menemui seseorang dulu” ucapku pada hyemi ia mengangguk, aku segera
menuju ketempat chanyeol oppa
“chanyeol
ssi” panggilku sambil tersenyum yang sebenarnya ku paksakan, kulihat ia
menyingit melihatku “apa kau bilang tadi?” tanyanya bingung “chanyeol ssi
kenapa kau memintaku kemari?” kulihat ia sedikit terkejut “duduklah” katanya
mencoba tenang aku segera duduk di tempat yang ia tunjuk “eum... mianhae aku
telah mengecewakanmu, tapi aku ingin kita mengakhiri semua” ucapnya serius aku
terlonjak mendengar perkataannya
“oranng
tuaku menjodohkanku dengan hyerin karena itu aku melakukan itu semua aku ingin
kau menyalahkanku dan ingin berpisah denganku, maafkan aku aku telah banyak
mengecewakanmu ku harap kau akan menemukan pengganti yang lebih baik dari pada
diriku” kini hatiku terasa di perih tak pernah aku membayangkan semua ini akan
terjadi padaku
Saat
ini banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikiranku kenapa dia harus
dijodohkan dan mengapa ia tidak menentangnya aku segera berlari keluar dari
cafe itu kulangkahkan kakiku meninju taman bermain yang tak jauh dari cafe itu
ku edarkan pandanganku ke seluruh taman sepi hanya aku yang ada di sini aku
duduk di salah satu bangku yang panjang dan mulai menangisi hidupku
“ini”
ucap seseorang sontak akku mengadahkan kepalaku ku lihat kris tersenyum sambil
membawa saputangan “ambilah” aku segera mengambil sapu tangan itu dan menghapus
air mataku “kau jelek jika seperti itu” ucapnya ku tatap tajam wajahnya “apa
kau bilang” kupukul pelan bahunya “mau ku buat kau tersenyum lagi?” tawarnya aku
tidak ingin namun aku malah mengangguk ntah mengapa tubuhku tidak sejalan
dengan pikiranku dasar ri ah pabbo
Hari
ini kris mengajakku bermain di sekktar taman bermain itu kami memainkan
permainan anak-anak mulai dari perosotan, jembatan gantung dan masih banyak
lagi sekarang kami sedang bermain ayunan ia yang mendorong ayunanku “apakah kau
senang hari ini?” tanyanya ketika ayunannya berhenti “tidak” jawabku
membohonginya ia tampak sedih mendengar jawabanku
“ha..ha..ha..
kau tertipu tentu saja aku senang” ucapku sambil menertawainya “ais.. kamu ini
tapi aku senang kau sekarang bisa tertawa lagi” ucapnya seraya mendorong ayunan
lagi “gomawo.. karenamu kini aku bisa melupakan segalanya dan aku berjanji tidak
akan pernah menangis karena namja sialan itu” ucapku bangga ia lalu menghentikan
ayunannya “yaksok” ucapnya sambil menaikkan kelingkingnya aku menautkan jari
kelingkingku “yasok”
Kini
langit beranjak sore aku beranjak dari ayunanku “aku pulang dulu ya” ucapku
sambil melangkah pergi meninggalkannya “chankaman” ucapnya sambil memegang
tanganku “aku antar kau pulang ne?” pintanya aku hanya mengangguk di jalan tak
ada satupun percakapan diantara kami, kami hanya fokus dengan pikiran kami
masing-masing sesampainya dirumah ia langsung pergi tanpa berkata apa-apa hanya
lambaian tangan yang ia berikan sesaat sebelum melangkah pergi dari depan
rumahku
Aku
segera masuk ke dalam rumah “eonnie” teriakku ketika melihat seorang yeoja yang
sedang asik menonton telefvisi aku segera mendekatinya dan memeluknya “eonnie
bogoshipoyo” ucapku sambil mempererat pelukanku “hei kau mau membunuhku”
ucapnya sambil mencoba melepaskan pelukannya aku segera melonggarkan pelukannya
ia pun tersenyum hangat melihatku, “eonnie kapan pulang kenapa tidak memberi
tahuku?”
“memangnya
kamu asisten aku semuanya harus ku kasih tau sama kamu nggak banget deh”
ucapnya sambil menjauh dariku “hu.. dasar eonnie emang ada apa eonnie pulang
katanya enak di amerika?” tanyaku sambil mengubah chanel tv “ntahlah aku
tiba-tiba di suruh pulang katanya ada urusan penting padahal kan aku sedang
sibuk dengan kuliahku dan....” ucapnya menggantung aku cepat menyanggahnya “dan
apa eonnie namjachingu baru ya?” tebakku bingo dia mengangguk
“cie..cie..
yang punya pacar bule” ejekku “ha.. bukan orang asia ko’ tapi kuliah disana
juga sama kaya aku” sanggahnya aku hanya tertawa melihat tingkah eonnieku yang
satu ini “eonnie eomma dimana?” tanayku ketika menyadari hanya kami berdua di
rumah “ntah katanya sih mau ketemu teman lamanya” aku pun hanya mengangguk dan
berbincang-bincang dengannya sudah lama kami tidak bercerita panjang seperti
ini
“ah
lelahnya aku masuk dulu ya eonnie” tanyaku sebelum menuju ke kamarku ia hanay
mengangguk, aku segera memasuki kamarku aku menghirup lekat-lekat aroma kamarku
ntah kenapa setelah bermain dengan kris rasa sedihku menghilang aku pun segera
mandi dan merebahkan tubuhku di kasurku “hua.. baru ngerasa kasurkku empuk
banget” namun sebelum aku terlelap tiba-tiba ada yang menegtuk pintu kamarku
“ri
ah ayo kita makan malam” pekik eommaku, ku paksakan agar mataku tetap bangun
dan melangkah malas menuju meja makan saat kami sedang makan eomma berbicara
pada eonnie “eounhyo” panggil eomma, eonnieku hanya mengangguk sambil
melanjutkan makan “ibu beberapa hari yang lalu bertemu dengan teman lama ibu
dan kami sepakat akan menjodohkanmu dengan anaknya” ucap eommaku tegas
“hah
eomma aku kan sudah pernah bilang jika aku sudah punya pacar namun kenapa kau
menjodohkan dengan orang lain yang tidak ku kenal” bentak eonnieku “tidak bisa
lagi pula kau belum bertemu dengannya kan dia orang baik, jadi lupakanlah orang
it” omel eommaku
Eonnieku
segera meninggalkan ruang makan “eomma itu selalu saja memaksakan kehendak
orang lain kalau mau eomma saja yang dijodohkan” teriak kakakku sambil berjalan
menuju kamarnya, aku yang merasa atmosfir di ruang makan sudah tidak
menyenangkan akhirnya menuju ruang keluarga
“eomma
jahat bertemu dengan namjachingku saja belum namun sudah membuat kesimpulan” ku
dengar kakakku mengoceh sambil berteriak, tak kuhiraukan aku tidak ingin
membuat keadaan di rumah ini lebih rumit lagi kuputuskan untuk menonton
televisi aku menengganti chanel berulang-ulang ntah kenapa walau banyak acara
favoritku namun tidak membuatku senang hari ini tidak lama ponselku berbunyi
“yoboseo”
sapaku “eum ri ah ini kris apakah kau besok ada acara?” tanyanya “ani tapi aku
mungkin besok harus menenangkan eonnieku” ucapku dengan nada menyesal “jinja,
memang dia kenapa?” tanyanya penasaran aku sedikit risih dengannya namun aku
terpaksa akhirnya ku ceritakan semua tentang keadaan eonnieku setelah selesai,
ia tak membalas ucapanku
“`kris
apakah kau masih ada di sana?” tanyaku, “eh ne mian” ucapnya terbata “kau mau
kan membantu eonnieku?” tanyaku to the poin “tentu” ucapnya mantap “baiklah
besok kalian akan bertemu”, “nemian aku harus mematikan sambungn teleponnya
sekarang” ucapnya lalu mematikan sambungannya
“semoga
dia bisa membantu eonnieku” harapku, aku segera menuju kamar kakakku dan
langsung menyeleweng masuk “eonnie besok kau harus bertemu seseorang dia pasti
bisa membuatmu tersenyum lagi” ucapku sambil memasang aegyo terbaiknya ia
menghela nafas berat “baiklah aku tidak bisa menolakmu jika melihatmu seperti
itu” ucapnya aku langsung memeluknya “gomawo eonnie aku yakin kau tak akan
pernah menyesal” ucapku sambil berjalan meninggalkan kamarnya
Ri ah pov end
Kris pov
Besok
aku akan bertemu dengannya orang yang akan di jodohkan denganku tapi ntah
kenapa hatiku tidak berdebar-debar seperti saat bersama adiknya ri ah tadi
mungkin nanti aku akan merasakannya aku kan belum bertemu dengannya secara
langsung lebih baik aku sekarang tidur daei pada nanti berfikiran yang
aneh-aneh
Aku
pergi ke sekolah dengan senang namun tak ku perlihatkan secara langsung, kini
aku sudah berada di dalam kelas kulihat ri ah sedang duduk sambil membaca buku
“annyeong” sapaku ketika aku lewat di depannya “annyeong wufan terima kasih ya
sudah mau meluangkan waktumu untuk membantuku kemarin” ucapnya sambil tersenyum
“nde
chomayo, ngomong-ngomong kakakmu jadi nanti siang pergi bersamaku?” tanyaku dia
mengengguk mantap “tentu di lotte wword ya soalnya kakakku sangat suka ke sana”
ucapnya panjang lebar lalu tersenyum dalam melihatku “degh..degh..degh..”
kurasakan jantungku berdegup dengan kencang kenapa setiap bertemu dengan ri ah
pasti jantungku tidak bisa terkontrol seperti ini
Aku
segera berjalan menuju kursiku untuk menenangkan diri, namun kulihat ri ah
malah mendekatiku “wufan” panggilnya ragu aku hanya menoleh sedikit dan
tersenyum getir untuk menutupi rasa gugupku “jangan lupa ya” lanjutnya
Kini
hari sudah beranjak siang semua teman-temanku sudah meninggalkan kelas yang
tersisa hanya aku dan ri ah kami ada jadwal piket bersama hari ini ku lihat ia
sudah selesai menyapu kelas dan bersiap-siap pulang “kris jangan lupa ya”
ucapnya sebelum menghilang dari pandanganku
tbc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar