selamat datang di blog saya

Sabtu, 03 November 2012

bridge love part II - end


Kini aku sudah sampai di lotte word ku lihat seorang yeoja yang memakai dress merah maroon “apakah kau kakaknya ri ah?” tanyaku sambil menepuk pundaknya, ia sedikit membungkuk “annyeong kau orang yang di ceritakan ri ah kemarin kan kajja” ucapnya seraya menggandeng tangankku
            Seharian ini kami bermain di lotte world tak terasa matahari sudahmulai beranjak meninggalkan tempat teratasnya “ayo kita duduk di sana” ucapku sambil menujuk bangku panjang di taman dekat rumahnya “oh ya kita belum berkenalan namaku kris” ucapku sambil mengulurkan tangan, ia membalas uluran tanganku “jae min” ucapnya sambil tersenyum
            “apakah kau senang?” tanyaku penasaran ia hanya mengangguk kecil “gomawo kris” ucapnya aku hanya mengangguk ntah kenapa aku senang melihatnya seperti itu namun tiba-tiba terlinta di pikiranku tentang ri ah “aku beli minuman dulu ya” ucapku seraya meninggalkannya di sana
            Aku segera menuju minimarket terdekat “ri ah” panggilku ketika melihat seorang yeoja yang sedang melayani pembayaran “eh kris sudah pulang ya gimana tadi apakah eonnieku senang” tanyanya sambil mengecek belanjaanku “iya kurasa begitu” jawabku asal kenapa saat seperti ini ia malah menanyakan eonnienya
            “ini semuanya 2000 won” ucapnya sambil memberikan belanjaanku aku segera membeyarnya dan berlari lagi menujju taman “ini” ucapkuk sambil memberikan sekaleng minuman dingin jaemin pun menerimanya “gomawo”, “ri ah bekerja di mini merket ya?” tanyaku ia sedikit terkejut “kau tahu ia ingin hidup mandiri sekolah saja dia yang membayar sendiri tidak sepertiku, tapi aku baru tahu kalau dia bekerja di mini market katanya ia ingin menjadi seorang novelis” ceritanya “aku iri dengannya” lanjutnya sambil tertawa lepas aku pun ikut tertawa
            “kau juga hebat dan aku tau itu” ucapku keceplosan “apa maksudmu?” tanayanya bingung “ani maksudku kau bisa kuliah di luar negri itu kan luar biasa” ucapku asal “jangan melamun ayo kita pulang sepertinya malam ini akan turun hujan” ajakku untuk mengalihkan perhatiannya
Kris pov end
Jae min pov
            “dia memang namja yang baik coba saja dia yang di jodohkan denganku” pikirku, “jangan melamun ayo kita pulang  sepertinya malam ini akan turun hujan” ajaknya aku mengangguk dan mengikutinya pergi dari taman itu selama perjalanan ia terus bercerita membuatku terus mengulas senyum dan terkadang tertawa kecil mendengarnya “kita sudah sampai” ucapnya ketika kami sudah berada di depan gerbang rumahku
“gomawo teah membuatku tersebum lagi aku tidak mungkin seperti sekarang  jika bukan karenamu” ucapku sambil sedikit membungkukkan badan “tidak perlu berterima kasih jika punya masalah ceritakan saja padakku tidak usah sungkan” pintanya aku mengangguk kecil dan melambaikan tangan melihat kepergiannya lalu masuk kedalam rumah
Jae min pov end
Ri ah pov
            “akhirnya selesai juga” kulihat jam sudah menunjukka pukul 06.00 kulihat langit mendung “sepertinya akan hujan” gumamku kulangkahkan kakiku pulang setelah berpamitan kepada pemilik minimarket, “ri ah” ku dengar seseorang memanggilku aku menoleh dan mencari asal suara itu
            “eonnie mu orang yang baik dan yeppeo” ucapnya ketika kami duduk di sebuah kedai ttekbokki dekat rumahku ntah kenapa hatiku sakit mendengarnya tenggorokkanku tercekat tak bisa berkata namun aku berusaha tersenyum sebaik mungkin di depannya “baguslah” hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulutku
“aku ingin memberi tahu sesuatu padamu tapi kau jangn bicarakan ini dengan eonnimu ya sebenarnya aku adalah orang yang di jodohkan dengan eonniemu” ucapnya aku tersentak kini hatiku terasa di ditusuk air mataku sudah berada pelupuk mataku aku segera menahannya “aku pegi dulu ya, annyeong” ucapku
Aku berlari sekuatnya menuju rumahku dan langsung mengurung diri di kamar, ku dengarr banyak yang mengetuk pintu kamarku sambil memanggilku namun tak kuhiraukan aku rasa saat ini lebih sakit dari pada ketika di hianati oleh chanyeol air mataku tak berhenti keluar walau sekuat apapu aku berusaha menghentikannya
“ri ah” panggil hyemi aku segera membukakan pintu kamarku dan segera menyuruhnya masuk “kau kenapa?” tanyanya bingung aku hanya menggeleng lemah ia mengelus pundakku untuk menenangkanku “baiklah jika kau tidak mau bercerita tetapi ku harap kau berhenti menangis jika tidak aku akan pulang dan tidak akan mau menjadi sahabatmu lagi” omelnya
Aku berusaha menghentikan tangisku dan tersenyum getir walau masih beberapa kali air mataku lolos dari pelupuk mataku, “nah seperti ini, baru namanya sahabatku ri ah” ucapnya sambil tertawa, semalaman ini ia tidur dirumahku untuk membantu menenangkanku walau tidak begitu berhasil namun dengan adanya dia disini aku tidak merasa sendirian lagi
Sudah beberapa hari ini kulihat eonnieku dan kris semakin dekat mereka sering berjalan-jalan berdua atau sekedar mengobrol di telepon apalagi setelah kris mengekui bahwa ia adalah orang yang dijodohkan dengan eonnieku dan semenjak hari itu aku berusaha menjauhi kris dan eonnieku setiap bertemu mereka aku pasti berpura-pura tidak tahu dan langsung pergi
 hari ini mereka akan mengadakan acara makan malam di rumahku aku sudah berusaha membujuk eommaku agar aku tidak ikut dalam acara itu namun ia menolaknya terpaksa aku mengikuti kemauannya, kini kulihat wajahkku di cermin “nod bad” pujiku ketika melihat diriku yang memakai dress water blue selutut dan dandanan natural
aku hanya mengulum senyum sepanjang acara malam ini orang tua kami terus mengobrol lalu eonnieku dan kris juga melakukan hal yang sama apakah mereka tidak menganggapku lebih baik aku tadi kabur saja daripada seperti ini
terkadang aku melihat kris memandangku dengan tatapan yang meneduhkan” ais kenapa aku begini akutidak boleh menyukainya ia sudah di jodohkan dengan eonnieku, semangat ri ah kau bisa” sengatku pada diriku sendiri, namun pandanganku tetap tidak bisa lepas dari wajahnya kualihakan pandabganku ke makanan yang ada di piringku
ri ah pov end
kris pov
            ku lihat yeoja itu terus memandangi kami, sesekali mata kami bertemu namun ia langsung menepisnya kulihat wajahnya sendu akh aku beenar-benar tidak tahan dengan semua ini kenapa akau malah di jodohkan dengan kakak orang yang kusukai
            tak terasa waktu telah menunjukkan pukkul 22.00 aku dan keluargaku berpamitan pulang ku lihat ri ah pergi dari rumah “eomma aku pergi sebentar ya eomma pulang saja duluan” pintaku, eommaku hanya mengangguk tanpa mendengar perkataannya lebih lanjut aku langsung berlari mengejarnya kulihat ia menangis ditaman
            “ri ah” panggilku kulihat ia menunjuk kursi di sebelahnya aku mengikuti petunjuknya kulihat ia tersenyum getir “ah.. aku bodoh ya menyukai orang yang jelas-jelas dijodohkan dengan eonnieku”, aku kaget mendengarnya “menyukai ku?” tanyaku memastikan ia hanya mengangguk kecil aku segera merengkuh tubuhnya dalam pelukanku
            “menangislah hingga kau puas aku akan terus berada disini menunggumu dan menjagamu” ucapku menenangkannya, ia terus menangis kurasakan bajuku basah karena air matanya ia mengadahkan wajahnya menatapku “gomawo telah mau mendengar isi hatiku” ucapnya sembari meninggalkanku
Kris pov end
Author pov
            Seorang yeoja sedang berjalan menuju altar ia langsung menggenggam tangan seorang namja seteelah naik ke altar “xi wufan maukah kau menjadi suami park jae min menjadi sahabatnya di kala sedih maupun senang, sakit maupun sehat” ucap seorang pendeta sang namja pun tersenyum getir “saya bersedia” ucapnya bergetar sang pendeta pun melirik sang yeoja
            “park jae min maukah kau menjadi istri xi wufan menjadi sahabatnya di kala sedih maupun senang, sakit maupun sehat” lanjut pendeta itu lama yeoja itu tak berkata akhirnya sang pendeta mengulangi ucapanya namun yeoja itu malah menggeleng “maaf saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini” ucapnya
 “saya tidak bisa menikahi seseorang yang tidak mencintai saya namun mencintai adik saya sendiri” lanjutnya semua orang yang berada di tempat itu tercekat mendengar perkataan yeoja itu, ia segera turun dari altar dan menujuk seorang yeoja yang duduk di barisan depan tamu undangan
“cepat gantikan aku sekarang” ucapnya yeoja yang ia tunjuk malah menunjuk dirinya sendiri “aku?” tanayanya bingung, ia mengangguk mantap “cepat gantikan aku sekarang sebelum ada yangg menentangnya” perintahnya, yeoja itu masih belum dapat mencerna perkataan orang itu yang ternyata adalah kakanya namun ia hanya bisa menuruti kemauan eonnienya itu
Author pov end
Jaemin pov
            Aku segera menuju ke tempat orang tuaku “maaf aku hanya tidak ingin ri ah bersedih karena pernikahan ini” pintaku, kulihat eommakku mengangguk “eomma mengerti keputusanmu” ucapnya sambil tersenyum, kini aku segera menuju ke tempat orang tua kris untuk menjelaskan semuanya
“ahjumma dan ahjusshi maaf membuat kalian malu hari ini namun aku sangat menyayangi adikku ri ah, kris dan ri ah saling mencintai aku tahu hal itu jadi aku tidak mingkin membuat mereka menderita hanya karena kehadiranku” jelasku pada mereka mereka hanya mengangguk kecil
“terima kasih telah menyadarkan kami bahwa seharusnya kami tidak memaksakan kehendak kami sendiri dan tidak mementingkan perasaan kris anak kami” ucap eomma kris sambil sedikit membungkuk lalu di ikuti oleh appanya aku pun ikut membungkuk lalu menjabat tangan mereka
Kini alihkan pandanganku menuju altar ku lihat ri ah dan kris selesai pemberkatan dan sekarang mereka sedang ah kisseu itu pasti yang pertama untuk mereka karena kulihat semburat merah di wajah mereka, mereka turun dari altar aku pun segera mendekati mereka berdua
“chukkae ya kalian berdua” ucapku sambil tersenyum “eonnie gomawo” ucap ri ah pelan aku hanya mengangguk “yah aku di tinggal menikah duluan deh” ucapku sambil berpura-pura menerawang “ah eonnie aku yakin kau akan mendapat pengganti yang lebih baik” semangat kris aku menegepalkan tangan
“tentu aku kan cantik” ucapku percaya diri, mereka berdua ikut menegpalkan tangan “hwaiting” ucap ri ah menyemangati aku tersenyum bahagia melihat adikku yang satu ini tersenyum “eonnie bagai mana kau tau kami saling menyukai?” tanya ri ah menyelidik akhirnya dengan terpaksa aku menceritakan semuanya
“jadi eonnie melihat kami malam itu” ucap ri ah terkejut aku hanya mengangguk “aku tidak tahan melihat adikku yang paling aku sayangi ini bersedih terus, sudah di selingkuhi mantanya lalu harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang di sukainya dijodohkan dengan kakaknya sendiri mana aku tega” ucapku sambil memeluknya “gomawo eonnie jongmal gomawo” ucapnya terus menerus
Aku melepas pelukanku dan mengangkat kepalanya “ingat jangan menangis lagi apalai gara-gara namja” ucapku sambil menunjuk kris “jika itu terjadi kau harus mengatakannya padaku dan aku akan memberinya pelajaran” lanjutku sambil mengusap air mata yang keluar dari matanya
“tenang eonnie aku tidak akan pernah menyakitinya aku berjanji” ucap kris yakin aku “baik aku terima janjimu” ucapku sambil tertawa lepas, kami bercengkrama sebentar sebelum mereka pergi menuju rumah baru mereka sebelum memasuki mobil mereka melempar sebuah buklet bunga aku berusaha mengejarnya kulihat seorang namja  menangkapnya “sang hyun oppa” ucapkku tercekat
Jae min pov end
Prolog
1tahun kemudian, Seorang yeoja sedang bersiapa siap memakai high heels di kakinya “yeobbo cepatlah nanti kita terlambat di pernikahan eonnie” ucapnya pada suaminya yang masih memakai pakaian “baiklah, aku sudah selesai apakah kau sudah membawa perlengakapan jae ri yeobbo-ya?” tanya suaminya
            istrinya mengangguk pasti ayo jae ri sudah ada di dalam mobil cepatlah, akhirnya mereka pergi menuju gereja di dalam gereja mereka melihat sepasang suami istri telah seleasi dari pemberkatan “kan kita terlambat” ucap yeoja itu sambil memukul suaminya pelan “sakit yeobbo ya maaf kan aku” ringis suaminya
            “kalian baru datang” ucap mempelai wanita sambil berkacak pinggang “eonnie mianhae ini kris oppa bangun kesiangan mana dandan lama banget” ucap adiknya manja pada eonnienya, ia memukul suami adiknya cukup keras “sudah kubilang jang terlambat” sesal yeoja itu
            “huh kenapa kalian memukulku terus” ringis namja itu “oh ya eonnie chukkae” ucap adiknya sambil membawakan kado untuk kakaknya “gomawo, kalian yang terbaik” ucap yeoja itu sambil mengambil hadiah yang diberikan adiknya
Terkadang cinta itu tidak bisa di tebak, kadang menyakitkan namun terkadang membahagiakan namun berkorban untuk cinta adalah hal yang baik. Karena pasti ada balasan yang lebih baik dari tuhan. Yang kita perlu ingat mencintai itu adalah hal yang paling baik karena dengan mencintai kita memahami arti hidup yangn sesungguhnya

end

Rabu, 31 Oktober 2012

bridge love




Title: bridge love
Cast: kris, ri ah, jaemin, hyemi
Genre: sad romance
summary:
Apakah salah mencintai seseorang, padahal semua orang berkata cinta itu suci namun kenapa mencintainya membuat banyak pertentangan, semua orang berkata cinta itu buta namun bolehkah mencintainya walaupun ia orang yang salah untuk dicintai mungkin boleh namun utuk saat ini tidak mengharapkannya hanya menambah rasa sakit didada ini mencintainya hanya membuat lelah tanpa tau kapan terjawabnya perasaan ini. Untuk saat ini biarlah waktu yang menjawab semuanya
Ri ah pov
                Aku melangkah menuju ruang kelasku “a...aduh” rintihku ketika menabrak seseorang “kau ini” ucapku marah sambil mendongak omona dia kan wufan namja paling mengerikan di sekolah mati aku, aku menatap nanar wajahnya mengharap belas kasihnya kulihat ia tersenyum dan pergi meninggalkanku
            “ri ah” teriak hye mi sambil menatap wajahku tak percaya “kau tadi lihat kan wajahnya si kris eh salah maksudnya si muka datar sejak kapan dia bisa senyum sama yeoja seperti kamu lagi” ungkapnya tak percaya, aku menjitak kepalanya pelan “apa kau bilang?” bentakku ia hanya tersenyum tak jelas “sorry... sorry soalnya aku gak percaya aja gitu apa dia kesambet?”, “molla, mungkin” jawabku seraya menggandeng tangannya menuju kelas
            “chanyeol oppa” teriakku ketika melihat namjachinguku sedang bermesraan dengan yeoja lain didepanku mataku  memanas melihat adegan ini, aku segera berlari keluar dari sekolah aku hampir tak mengingat hye mi yang tadi bersamaku ku lanngkahkan kakiku  menuju rumahkku aku tak perduli nanti aku akan kena marah eomma karena tidak sekolah hari ini
            “kenapa kamu tidak sekolah apa kamu sakit ri ah?” tabya eomma ketika aku masuk ke dalam rumah, aku hanya mengangguk lemah dan segera menuju ke kamar malas mendengarkan ocehan eommaku lagi aku segera merebahkan tubuhku di kasur dan mulai menangis terisak tak kuhiraukan lagi dering ponselku yang menyala sejak tadi, sakit hatiku ini lebih membuatku ingin berdiam dan hanya terus menangis
            “ri ah apa kamu baik-baik saja nak?” tanya eomma sambil mengetuk pintu kamarku, aku mengusap air mataku kasar dan membuka pintu kamarku “nde eomma, aku baik-baik saja tidak usah khawatir aku hanya sedikit flu dan kecapean” jawabku asal ku lihat eomma bingung melihatku namun tak kuhiraukan aaku segera menutup kembali pintu kamarku dan mulai membuka ponselku kulihat sangat banyak misscal dan sebuah pesan kubuka pesan itu
From: my chagi chanyeol oppa
Ri ah mianhae, maafkan aku aku mohon temuilah aku siang ini di handel & grettel aku akan menjelakan semuanya disana
            Itulah pesan singkat yang ia kirimkan padaku, mataku mulai memanas lagi perlahan cairan bening mulai meneters dari pelipis mataku namun kuseka kasar “aku harus kuat” semangatku pada diri sendiri aku melihat ke atas meja belajarku fotoku dan oppa sedang makan es krim bersama tanpak kebahagiaan diantara kami berdua namun saat ini hanya tangisan yang tercipta dari hubungan kami berdua
            Aku melempar pigura itu “prang” terdengar suara pecahan kaca dari pigura yang kulempar tadi akukembali menangis sejadi-jadinya, tiba-tiba ponselku berbunyi kulihat kelayar ponselku tenyata hyemi aku segera mengangkatnya “yoboseo” sapaku “ri ah kau sekarang ada dimana mengapa menghilang begitu saja tadi?”  tanyanya memelas dapat kudengar saat ini dia sedang menahan tangisnya, “aku pulang kerumah untuk menanangkan diriku, namun kau kenapa kenapa seperti srdang menangis eoh?” tanyaku kebingungan
“kau bodoh jelas aku mengahawatirkanmu tau” jawabnya sesenggukan “pokoknya aku tidak mau tau nanti pulang sekolah aku akan menjemputmu dan kita akan pergi ke handel & grettel” lanjutnya aku sendikit terlonjak mendengarnya kenapa ti-ba tiba ia mengajakku ke handel & grettel tepat di mana chanyeol oppa mengajakku bertemu nanti aku segera mematikan sambungan telepon dan mulai menangis lagi, namun ntah apa yang terjadi aku pun tertidur
“hoam..” aku terbangun kulihat jam didindingku menujukkan pukul 14.00 ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku cukup keras “ri ah ayo kita ke handel & grettel” ucap hyemi ketika aku membuka pintu kamarku aku menggeleng namun ia malah menggenggam tanganku “atau kau mau kupaksa” ucapnya sambil menunjukkan evil smilrk andalannya aku menatap tajam wajahnya “baiklah tapi tunggu dulu aku bersiap-siap dulu tidak mungkin aku pergi dengan mengenakan pakaian seperti ini” ucapku pasrah
Ia menatap pakaianku dari agtas hingga bawah “tidak apa biar semua orang tahu jika ri ah yeoja paling cuek di sekolah kalau sedang patah hati dia akan mengenakan piyamabergambar beruang menjijikan ini” ucapnya sambil tertawa lepas, aku mencubit lengannya pelan “awas saja apabila hubunganmu dengan sehun oppa tidak berjalan baik aku adalah orang pertama yang menertawakan kalian” ucapku sambil mengepalkan tangan
Aku segera duduk di pinggirang kasur, sebenarnya aku tidak ingin datang kesana karena pasti aku akan bertemu dengan chanyeol oppa namun mau bagaimanapun juga aku ingin tahu alasan kenapa ia meninggalkanku aku segera memakai dress merah maroon selutut yang telah tergantung di pintu lemari kamarku aku segera menyambar tas selempangku dan bertanjak pergi
Sekarang aku sudah sampai di depan pintu cafe ku beranikan diri untuk masuk ke dalam, kutelusuri seluruh cafe ini kulihat seorang namja sedang duduk di dekat jendela sambil menyeruput secangkir kopi, “hyemi kau duluan saja nanti aku menyusulmu aku harus menemui seseorang dulu” ucapku pada hyemi ia mengangguk, aku segera menuju ketempat chanyeol oppa
“chanyeol ssi” panggilku sambil tersenyum yang sebenarnya ku paksakan, kulihat ia menyingit melihatku “apa kau bilang tadi?” tanyanya bingung “chanyeol ssi kenapa kau memintaku kemari?” kulihat ia sedikit terkejut “duduklah” katanya mencoba tenang aku segera duduk di tempat yang ia tunjuk “eum... mianhae aku telah mengecewakanmu, tapi aku ingin kita mengakhiri semua” ucapnya serius aku terlonjak mendengar perkataannya
“oranng tuaku menjodohkanku dengan hyerin karena itu aku melakukan itu semua aku ingin kau menyalahkanku dan ingin berpisah denganku, maafkan aku aku telah banyak mengecewakanmu ku harap kau akan menemukan pengganti yang lebih baik dari pada diriku” kini hatiku terasa di perih tak pernah aku membayangkan semua ini akan terjadi padaku
Saat ini banyak pertanyaan yang berkecamuk di dalam pikiranku kenapa dia harus dijodohkan dan mengapa ia tidak menentangnya aku segera berlari keluar dari cafe itu kulangkahkan kakiku meninju taman bermain yang tak jauh dari cafe itu ku edarkan pandanganku ke seluruh taman sepi hanya aku yang ada di sini aku duduk di salah satu bangku yang panjang dan mulai menangisi hidupku
“ini” ucap seseorang sontak akku mengadahkan kepalaku ku lihat kris tersenyum sambil membawa saputangan “ambilah” aku segera mengambil sapu tangan itu dan menghapus air mataku “kau jelek jika seperti itu” ucapnya ku tatap tajam wajahnya “apa kau bilang” kupukul pelan bahunya “mau ku buat kau tersenyum lagi?” tawarnya aku tidak ingin namun aku malah mengangguk ntah mengapa tubuhku tidak sejalan dengan pikiranku dasar ri ah pabbo
Hari ini kris mengajakku bermain di sekktar taman bermain itu kami memainkan permainan anak-anak mulai dari perosotan, jembatan gantung dan masih banyak lagi sekarang kami sedang bermain ayunan ia yang mendorong ayunanku “apakah kau senang hari ini?” tanyanya ketika ayunannya berhenti “tidak” jawabku membohonginya ia tampak sedih mendengar jawabanku
“ha..ha..ha.. kau tertipu tentu saja aku senang” ucapku sambil menertawainya “ais.. kamu ini tapi aku senang kau sekarang bisa tertawa lagi” ucapnya seraya mendorong ayunan lagi “gomawo.. karenamu kini aku bisa melupakan segalanya dan aku berjanji tidak akan pernah menangis karena namja sialan itu” ucapku bangga ia lalu menghentikan ayunannya “yaksok” ucapnya sambil menaikkan kelingkingnya aku menautkan jari kelingkingku “yasok”
Kini langit beranjak sore aku beranjak dari ayunanku “aku pulang dulu ya” ucapku sambil melangkah pergi meninggalkannya “chankaman” ucapnya sambil memegang tanganku “aku antar kau pulang ne?” pintanya aku hanya mengangguk di jalan tak ada satupun percakapan diantara kami, kami hanya fokus dengan pikiran kami masing-masing sesampainya dirumah ia langsung pergi tanpa berkata apa-apa hanya lambaian tangan yang ia berikan sesaat sebelum melangkah pergi dari depan rumahku
Aku segera masuk ke dalam rumah “eonnie” teriakku ketika melihat seorang yeoja yang sedang asik menonton telefvisi aku segera mendekatinya dan memeluknya “eonnie bogoshipoyo” ucapku sambil mempererat pelukanku “hei kau mau membunuhku” ucapnya sambil mencoba melepaskan pelukannya aku segera melonggarkan pelukannya ia pun tersenyum hangat melihatku, “eonnie kapan pulang kenapa tidak memberi tahuku?”
“memangnya kamu asisten aku semuanya harus ku kasih tau sama kamu nggak banget deh” ucapnya sambil menjauh dariku “hu.. dasar eonnie emang ada apa eonnie pulang katanya enak di amerika?” tanyaku sambil mengubah chanel tv “ntahlah aku tiba-tiba di suruh pulang katanya ada urusan penting padahal kan aku sedang sibuk dengan kuliahku dan....” ucapnya menggantung aku cepat menyanggahnya “dan apa eonnie namjachingu baru ya?” tebakku bingo dia mengangguk
“cie..cie.. yang punya pacar bule” ejekku “ha.. bukan orang asia ko’ tapi kuliah disana juga sama kaya aku” sanggahnya aku hanya tertawa melihat tingkah eonnieku yang satu ini “eonnie eomma dimana?” tanayku ketika menyadari hanya kami berdua di rumah “ntah katanya sih mau ketemu teman lamanya” aku pun hanya mengangguk dan berbincang-bincang dengannya sudah lama kami tidak bercerita panjang seperti ini
“ah lelahnya aku masuk dulu ya eonnie” tanyaku sebelum menuju ke kamarku ia hanay mengangguk, aku segera memasuki kamarku aku menghirup lekat-lekat aroma kamarku ntah kenapa setelah bermain dengan kris rasa sedihku menghilang aku pun segera mandi dan merebahkan tubuhku di kasurku “hua.. baru ngerasa kasurkku empuk banget” namun sebelum aku terlelap tiba-tiba ada yang menegtuk pintu kamarku
“ri ah ayo kita makan malam” pekik eommaku, ku paksakan agar mataku tetap bangun dan melangkah malas menuju meja makan saat kami sedang makan eomma berbicara pada eonnie “eounhyo” panggil eomma, eonnieku hanya mengangguk sambil melanjutkan makan “ibu beberapa hari yang lalu bertemu dengan teman lama ibu dan kami sepakat akan menjodohkanmu dengan anaknya” ucap eommaku tegas
“hah eomma aku kan sudah pernah bilang jika aku sudah punya pacar namun kenapa kau menjodohkan dengan orang lain yang tidak ku kenal” bentak eonnieku “tidak bisa lagi pula kau belum bertemu dengannya kan dia orang baik, jadi lupakanlah orang it” omel eommaku
Eonnieku segera meninggalkan ruang makan “eomma itu selalu saja memaksakan kehendak orang lain kalau mau eomma saja yang dijodohkan” teriak kakakku sambil berjalan menuju kamarnya, aku yang merasa atmosfir di ruang makan sudah tidak menyenangkan akhirnya menuju ruang keluarga
“eomma jahat bertemu dengan namjachingku saja belum namun sudah membuat kesimpulan” ku dengar kakakku mengoceh sambil berteriak, tak kuhiraukan aku tidak ingin membuat keadaan di rumah ini lebih rumit lagi kuputuskan untuk menonton televisi aku menengganti chanel berulang-ulang ntah kenapa walau banyak acara favoritku namun tidak membuatku senang hari ini tidak lama ponselku berbunyi
“yoboseo” sapaku “eum ri ah ini kris apakah kau besok ada acara?” tanyanya “ani tapi aku mungkin besok harus menenangkan eonnieku” ucapku dengan nada menyesal “jinja, memang dia kenapa?” tanyanya penasaran aku sedikit risih dengannya namun aku terpaksa akhirnya ku ceritakan semua tentang keadaan eonnieku setelah selesai, ia tak membalas ucapanku
“`kris apakah kau masih ada di sana?” tanyaku, “eh ne mian” ucapnya terbata “kau mau kan membantu eonnieku?” tanyaku to the poin “tentu” ucapnya mantap “baiklah besok kalian akan bertemu”, “nemian aku harus mematikan sambungn teleponnya sekarang” ucapnya lalu mematikan sambungannya
“semoga dia bisa membantu eonnieku” harapku, aku segera menuju kamar kakakku dan langsung menyeleweng masuk “eonnie besok kau harus bertemu seseorang dia pasti bisa membuatmu tersenyum lagi” ucapku sambil memasang aegyo terbaiknya ia menghela nafas berat “baiklah aku tidak bisa menolakmu jika melihatmu seperti itu” ucapnya aku langsung memeluknya “gomawo eonnie aku yakin kau tak akan pernah menyesal” ucapku sambil berjalan meninggalkan kamarnya
Ri ah pov end
Kris pov
            Besok aku akan bertemu dengannya orang yang akan di jodohkan denganku tapi ntah kenapa hatiku tidak berdebar-debar seperti saat bersama adiknya ri ah tadi mungkin nanti aku akan merasakannya aku kan belum bertemu dengannya secara langsung lebih baik aku sekarang tidur daei pada nanti berfikiran yang aneh-aneh
            Aku pergi ke sekolah dengan senang namun tak ku perlihatkan secara langsung, kini aku sudah berada di dalam kelas kulihat ri ah sedang duduk sambil membaca buku “annyeong” sapaku ketika aku lewat di depannya “annyeong wufan terima kasih ya sudah mau meluangkan waktumu untuk membantuku kemarin” ucapnya sambil tersenyum
            “nde chomayo, ngomong-ngomong kakakmu jadi nanti siang pergi bersamaku?” tanyaku dia mengengguk mantap “tentu di lotte wword ya soalnya kakakku sangat suka ke sana” ucapnya panjang lebar lalu tersenyum dalam melihatku “degh..degh..degh..” kurasakan jantungku berdegup dengan kencang kenapa setiap bertemu dengan ri ah pasti jantungku tidak bisa terkontrol seperti ini
          Aku segera berjalan menuju kursiku untuk menenangkan diri, namun kulihat ri ah malah mendekatiku “wufan” panggilnya ragu aku hanya menoleh sedikit dan tersenyum getir untuk menutupi rasa gugupku “jangan lupa ya” lanjutnya        
            Kini hari sudah beranjak siang semua teman-temanku sudah meninggalkan kelas yang tersisa hanya aku dan ri ah kami ada jadwal piket bersama hari ini ku lihat ia sudah selesai menyapu kelas dan bersiap-siap pulang “kris jangan lupa ya” ucapnya sebelum menghilang dari pandanganku

tbc