Kini aku sudah sampai di lotte word ku
lihat seorang yeoja yang memakai dress merah maroon “apakah kau kakaknya ri
ah?” tanyaku sambil menepuk pundaknya, ia sedikit membungkuk “annyeong kau
orang yang di ceritakan ri ah kemarin kan kajja” ucapnya seraya menggandeng
tangankku
Seharian
ini kami bermain di lotte world tak terasa matahari sudahmulai beranjak
meninggalkan tempat teratasnya “ayo kita duduk di sana” ucapku sambil menujuk
bangku panjang di taman dekat rumahnya “oh ya kita belum berkenalan namaku
kris” ucapku sambil mengulurkan tangan, ia membalas uluran tanganku “jae min”
ucapnya sambil tersenyum
“apakah
kau senang?” tanyaku penasaran ia hanya mengangguk kecil “gomawo kris” ucapnya
aku hanya mengangguk ntah kenapa aku senang melihatnya seperti itu namun
tiba-tiba terlinta di pikiranku tentang ri ah “aku beli minuman dulu ya” ucapku
seraya meninggalkannya di sana
Aku
segera menuju minimarket terdekat “ri ah” panggilku ketika melihat seorang
yeoja yang sedang melayani pembayaran “eh kris sudah pulang ya gimana tadi
apakah eonnieku senang” tanyanya sambil mengecek belanjaanku “iya kurasa
begitu” jawabku asal kenapa saat seperti ini ia malah menanyakan eonnienya
“ini
semuanya 2000 won” ucapnya sambil memberikan belanjaanku aku segera membeyarnya
dan berlari lagi menujju taman “ini” ucapkuk sambil memberikan sekaleng minuman
dingin jaemin pun menerimanya “gomawo”, “ri ah bekerja di mini merket ya?”
tanyaku ia sedikit terkejut “kau tahu ia ingin hidup mandiri sekolah saja dia
yang membayar sendiri tidak sepertiku, tapi aku baru tahu kalau dia bekerja di
mini market katanya ia ingin menjadi seorang novelis” ceritanya “aku iri
dengannya” lanjutnya sambil tertawa lepas aku pun ikut tertawa
“kau
juga hebat dan aku tau itu” ucapku keceplosan “apa maksudmu?” tanayanya bingung
“ani maksudku kau bisa kuliah di luar negri itu kan luar biasa” ucapku asal “jangan
melamun ayo kita pulang sepertinya malam ini akan turun hujan” ajakku untuk
mengalihkan perhatiannya
Kris pov end
Jae min pov
“dia
memang namja yang baik coba saja dia yang di jodohkan denganku” pikirku,
“jangan melamun ayo kita pulang
sepertinya malam ini akan turun hujan” ajaknya aku mengangguk dan
mengikutinya pergi dari taman itu selama perjalanan ia terus bercerita membuatku
terus mengulas senyum dan terkadang tertawa kecil mendengarnya “kita sudah
sampai” ucapnya ketika kami sudah berada di depan gerbang rumahku
“gomawo
teah membuatku tersebum lagi aku tidak mungkin seperti sekarang jika bukan karenamu” ucapku sambil sedikit
membungkukkan badan “tidak perlu berterima kasih jika punya masalah ceritakan
saja padakku tidak usah sungkan” pintanya aku mengangguk kecil dan melambaikan
tangan melihat kepergiannya lalu masuk kedalam rumah
Jae min pov end
Ri ah pov
“akhirnya
selesai juga” kulihat jam sudah menunjukka pukul 06.00 kulihat langit mendung
“sepertinya akan hujan” gumamku kulangkahkan kakiku pulang setelah berpamitan
kepada pemilik minimarket, “ri ah” ku dengar seseorang memanggilku aku menoleh
dan mencari asal suara itu
“eonnie
mu orang yang baik dan yeppeo” ucapnya ketika kami duduk di sebuah kedai
ttekbokki dekat rumahku ntah kenapa hatiku sakit mendengarnya tenggorokkanku
tercekat tak bisa berkata namun aku berusaha tersenyum sebaik mungkin di
depannya “baguslah” hanya kata-kata itu yang dapat keluar dari mulutku
“aku
ingin memberi tahu sesuatu padamu tapi kau jangn bicarakan ini dengan eonnimu
ya sebenarnya aku adalah orang yang di jodohkan dengan eonniemu” ucapnya aku
tersentak kini hatiku terasa di ditusuk air mataku sudah berada pelupuk mataku aku
segera menahannya “aku pegi dulu ya, annyeong” ucapku
Aku
berlari sekuatnya menuju rumahku dan langsung mengurung diri di kamar, ku
dengarr banyak yang mengetuk pintu kamarku sambil memanggilku namun tak
kuhiraukan aku rasa saat ini lebih sakit dari pada ketika di hianati oleh
chanyeol air mataku tak berhenti keluar walau sekuat apapu aku berusaha
menghentikannya
“ri
ah” panggil hyemi aku segera membukakan pintu kamarku dan segera menyuruhnya
masuk “kau kenapa?” tanyanya bingung aku hanya menggeleng lemah ia mengelus
pundakku untuk menenangkanku “baiklah jika kau tidak mau bercerita tetapi ku
harap kau berhenti menangis jika tidak aku akan pulang dan tidak akan mau
menjadi sahabatmu lagi” omelnya
Aku
berusaha menghentikan tangisku dan tersenyum getir walau masih beberapa kali
air mataku lolos dari pelupuk mataku, “nah seperti ini, baru namanya sahabatku
ri ah” ucapnya sambil tertawa, semalaman ini ia tidur dirumahku untuk membantu
menenangkanku walau tidak begitu berhasil namun dengan adanya dia disini aku
tidak merasa sendirian lagi
Sudah
beberapa hari ini kulihat eonnieku dan kris semakin dekat mereka sering
berjalan-jalan berdua atau sekedar mengobrol di telepon apalagi setelah kris
mengekui bahwa ia adalah orang yang dijodohkan dengan eonnieku dan semenjak
hari itu aku berusaha menjauhi kris dan eonnieku setiap bertemu mereka aku
pasti berpura-pura tidak tahu dan langsung pergi
hari ini mereka akan mengadakan acara makan
malam di rumahku aku sudah berusaha membujuk eommaku agar aku tidak ikut dalam
acara itu namun ia menolaknya terpaksa aku mengikuti kemauannya, kini kulihat
wajahkku di cermin “nod bad” pujiku ketika melihat diriku yang memakai dress
water blue selutut dan dandanan natural
aku
hanya mengulum senyum sepanjang acara malam ini orang tua kami terus mengobrol
lalu eonnieku dan kris juga melakukan hal yang sama apakah mereka tidak
menganggapku lebih baik aku tadi kabur saja daripada seperti ini
terkadang
aku melihat kris memandangku dengan tatapan yang meneduhkan” ais kenapa aku
begini akutidak boleh menyukainya ia sudah di jodohkan dengan eonnieku,
semangat ri ah kau bisa” sengatku pada diriku sendiri, namun pandanganku tetap
tidak bisa lepas dari wajahnya kualihakan pandabganku ke makanan yang ada di
piringku
ri ah pov end
kris pov
ku
lihat yeoja itu terus memandangi kami, sesekali mata kami bertemu namun ia
langsung menepisnya kulihat wajahnya sendu akh aku beenar-benar tidak tahan
dengan semua ini kenapa akau malah di jodohkan dengan kakak orang yang kusukai
tak
terasa waktu telah menunjukkan pukkul 22.00 aku dan keluargaku berpamitan
pulang ku lihat ri ah pergi dari rumah “eomma aku pergi sebentar ya eomma
pulang saja duluan” pintaku, eommaku hanya mengangguk tanpa mendengar
perkataannya lebih lanjut aku langsung berlari mengejarnya kulihat ia menangis
ditaman
“ri
ah” panggilku kulihat ia menunjuk kursi di sebelahnya aku mengikuti petunjuknya
kulihat ia tersenyum getir “ah.. aku bodoh ya menyukai orang yang jelas-jelas
dijodohkan dengan eonnieku”, aku kaget mendengarnya “menyukai ku?” tanyaku
memastikan ia hanya mengangguk kecil aku segera merengkuh tubuhnya dalam
pelukanku
“menangislah
hingga kau puas aku akan terus berada disini menunggumu dan menjagamu” ucapku
menenangkannya, ia terus menangis kurasakan bajuku basah karena air matanya ia
mengadahkan wajahnya menatapku “gomawo telah mau mendengar isi hatiku” ucapnya
sembari meninggalkanku
Kris pov end
Author pov
Seorang
yeoja sedang berjalan menuju altar ia langsung menggenggam tangan seorang namja
seteelah naik ke altar “xi wufan maukah kau menjadi suami park jae min menjadi
sahabatnya di kala sedih maupun senang, sakit maupun sehat” ucap seorang
pendeta sang namja pun tersenyum getir “saya bersedia” ucapnya bergetar sang
pendeta pun melirik sang yeoja
“park
jae min maukah kau menjadi istri xi wufan menjadi sahabatnya di kala sedih
maupun senang, sakit maupun sehat” lanjut pendeta itu lama yeoja itu tak
berkata akhirnya sang pendeta mengulangi ucapanya namun yeoja itu malah
menggeleng “maaf saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini” ucapnya
“saya tidak bisa menikahi seseorang yang tidak
mencintai saya namun mencintai adik saya sendiri” lanjutnya semua orang yang
berada di tempat itu tercekat mendengar perkataan yeoja itu, ia segera turun
dari altar dan menujuk seorang yeoja yang duduk di barisan depan tamu undangan
“cepat
gantikan aku sekarang” ucapnya yeoja yang ia tunjuk malah menunjuk dirinya
sendiri “aku?” tanayanya bingung, ia mengangguk mantap “cepat gantikan aku
sekarang sebelum ada yangg menentangnya” perintahnya, yeoja itu masih belum
dapat mencerna perkataan orang itu yang ternyata adalah kakanya namun ia hanya
bisa menuruti kemauan eonnienya itu
Author pov end
Jaemin pov
Aku
segera menuju ke tempat orang tuaku “maaf aku hanya tidak ingin ri ah bersedih
karena pernikahan ini” pintaku, kulihat eommakku mengangguk “eomma mengerti
keputusanmu” ucapnya sambil tersenyum, kini aku segera menuju ke tempat orang
tua kris untuk menjelaskan semuanya
“ahjumma
dan ahjusshi maaf membuat kalian malu hari ini namun aku sangat menyayangi
adikku ri ah, kris dan ri ah saling mencintai aku tahu hal itu jadi aku tidak
mingkin membuat mereka menderita hanya karena kehadiranku” jelasku pada mereka
mereka hanya mengangguk kecil
“terima
kasih telah menyadarkan kami bahwa seharusnya kami tidak memaksakan kehendak
kami sendiri dan tidak mementingkan perasaan kris anak kami” ucap eomma kris
sambil sedikit membungkuk lalu di ikuti oleh appanya aku pun ikut membungkuk
lalu menjabat tangan mereka
Kini
alihkan pandanganku menuju altar ku lihat ri ah dan kris selesai pemberkatan
dan sekarang mereka sedang ah kisseu itu pasti yang pertama untuk mereka karena
kulihat semburat merah di wajah mereka, mereka turun dari altar aku pun segera
mendekati mereka berdua
“chukkae
ya kalian berdua” ucapku sambil tersenyum “eonnie gomawo” ucap ri ah pelan aku
hanya mengangguk “yah aku di tinggal menikah duluan deh” ucapku sambil
berpura-pura menerawang “ah eonnie aku yakin kau akan mendapat pengganti yang
lebih baik” semangat kris aku menegepalkan tangan
“tentu
aku kan cantik” ucapku percaya diri, mereka berdua ikut menegpalkan tangan
“hwaiting” ucap ri ah menyemangati aku tersenyum bahagia melihat adikku yang
satu ini tersenyum “eonnie bagai mana kau tau kami saling menyukai?” tanya ri
ah menyelidik akhirnya dengan terpaksa aku menceritakan semuanya
“jadi
eonnie melihat kami malam itu” ucap ri ah terkejut aku hanya mengangguk “aku
tidak tahan melihat adikku yang paling aku sayangi ini bersedih terus, sudah di
selingkuhi mantanya lalu harus menghadapi kenyataan bahwa orang yang di
sukainya dijodohkan dengan kakaknya sendiri mana aku tega” ucapku sambil
memeluknya “gomawo eonnie jongmal gomawo” ucapnya terus menerus
Aku
melepas pelukanku dan mengangkat kepalanya “ingat jangan menangis lagi apalai
gara-gara namja” ucapku sambil menunjuk kris “jika itu terjadi kau harus
mengatakannya padaku dan aku akan memberinya pelajaran” lanjutku sambil
mengusap air mata yang keluar dari matanya
“tenang
eonnie aku tidak akan pernah menyakitinya aku berjanji” ucap kris yakin aku
“baik aku terima janjimu” ucapku sambil tertawa lepas, kami bercengkrama
sebentar sebelum mereka pergi menuju rumah baru mereka sebelum memasuki mobil
mereka melempar sebuah buklet bunga aku berusaha mengejarnya kulihat seorang
namja menangkapnya “sang hyun oppa”
ucapkku tercekat
Jae min pov end
Prolog
1tahun kemudian, Seorang yeoja
sedang bersiapa siap memakai high heels di kakinya “yeobbo cepatlah nanti kita
terlambat di pernikahan eonnie” ucapnya pada suaminya yang masih memakai
pakaian “baiklah, aku sudah selesai apakah kau sudah membawa perlengakapan jae
ri yeobbo-ya?” tanya suaminya
istrinya
mengangguk pasti ayo jae ri sudah ada di dalam mobil cepatlah, akhirnya mereka
pergi menuju gereja di dalam gereja mereka melihat sepasang suami istri telah
seleasi dari pemberkatan “kan kita terlambat” ucap yeoja itu sambil memukul
suaminya pelan “sakit yeobbo ya maaf kan aku” ringis suaminya
“kalian
baru datang” ucap mempelai wanita sambil berkacak pinggang “eonnie mianhae ini
kris oppa bangun kesiangan mana dandan lama banget” ucap adiknya manja pada
eonnienya, ia memukul suami adiknya cukup keras “sudah kubilang jang terlambat”
sesal yeoja itu
“huh
kenapa kalian memukulku terus” ringis namja itu “oh ya eonnie chukkae” ucap
adiknya sambil membawakan kado untuk kakaknya “gomawo, kalian yang terbaik”
ucap yeoja itu sambil mengambil hadiah yang diberikan adiknya
Terkadang cinta itu tidak bisa di tebak, kadang
menyakitkan namun terkadang membahagiakan namun berkorban untuk cinta adalah
hal yang baik. Karena pasti ada balasan yang lebih baik dari tuhan. Yang kita
perlu ingat mencintai itu adalah hal yang paling baik karena dengan mencintai
kita memahami arti hidup yangn sesungguhnya
end